Bismillaahirrohmaanirrohiiim…
Assalaamu’alaykum….
Permisiiiiiiiiiii,,,,,,
muncul bentar ya….
ada yang mau kubagi
Dikit kok!!
Habis itu balik ke gua lagi
mengatur strategi, meraih mimpi
Wis lah, gak usah banyak basa-basi
Ehem, begini….
Akhir-akhir ini kan aku lagi sibuk ngerjain dikerjain skripsi. Harus bolak-balik ngambil data ke skula -yangletaknyajauhamirdarikontrakanku. Musti gonta-ganti angkot 3 kali untuk sampai ke sana. Huff….paling males dah kalo naek angkot di Surabaya. Harus nunggu penuh dulu baru mau jalan. Udah gitu, jalannya pelan kayak delman. Belum lagi acara macet yang memperlama waktu perjalanan. Mau gak mau, biar gak telat, musti berangkat subuh-subuh dari kontrakan. Tadinya, aku sempat berandai-andai…..Andai aku punya pintu ajaibnya Doraemon, andai aku bisa naik motor, andai kakakku tercinta ada di sini, andai ada ojek gratis yang siap mengantar ke manapun aku pergi, andai aku punya suami, andai…..hush!! gak boleh berandai-andai! Tapi, Alloh memang Maha Adil. Di tengah kegundahanku, Alloh mengutus seorang hambaNya untuk mengantarku selama bolak-balik ke sekolah. Sahabatku, Elly namanya (makasih ya el. Makasiiiih buanget!). Hebatnya, Elly hadir tanpa kuminta. Dia yang tiba-tiba menawarkan diri untuk membantuku. Itu artinya, di tengah kesulitan, Alloh pasti memberi kemudahan.
Tapi sebenarnya, bukan itu yang ingin kuceritakan.
Nah, sampai di sekolah, ternyata sambutan dari pihak sekolah luar biasa hangatnya. Welcome (kayak keset aja) banget dah! Guru-guru di sana baik-baik, lucu-lucu, gaul-gaul, dan ramah-ramah. Padahal sebelumnya, satu kali pun aku belum pernah menginjakkan kaki ke sana, SMK N 11 Surabaya. Oh, Thanks God, Kau permudah proses pengerjaan skripsiku. 1 lagi kemudahan yang kudapatkan. Itu artinya, dalam 1 kesulitan, Alloh mengapitnya dengan 2 kemudahan. Bahkan lebih! Karena kemudahan-kemudahan selanjutnya hadir tanpa pernah kuduga. Alloh Maha Baik! NikmatNya yang manakah yang aku dustakan?
Trus, di mana letak merah jambunya?
Maaf, itu tadi baru prolog. hehehe…
Sebenarnya, bukan itu yang ingin kuceritakan.
Jadi begini, selama aku sembunyi di dalam ‘gua’, beberapa teman sempat menaruh curiga. Ada yang sengaja meneleponku hanya untuk menanyakan: “Ukhti, kok gak ada kabar? Sms udah jarang. MP juga gak di update. Sepertinya aku mencium bau sesuatu. Kalo ikhwah begini, itu tandanya….Hayoo…lagi proses yah?” Huwaaaa….gosip itu mah, gosssiippp!
Ada lagi, sahabat yang pas ketemu, tiba-tiba bilang: “Anti bau melati ukh. Kayaknya gak lama lagi….” Waduh, waduh….Plis deh! Ramalan apa pula ini? Mungkin aja di sebelah ane ada jin yang kebetulan lewat, makanya bau melati. Onok-onok wae…
Dan parahnya, ada seorang teman yang tiba-tiba sms, “Ukh, nikah kok gak bilang-bilang? Siapa tuh yang comment di blog FS? Tega anti ya!” Hah? Apa kamsudnya? Tiba-tiba kepalaku pening luar biasa. Sejak sibuk skripsi, aku memang jarang ngenet. Buru-buru aku ngacir ke warnet buat beli obat ngecek blog di FS. Dan ternyata, ada comment dari orang iseng bin jahil bin usil bin tengil yang ngaku sebagai….Aaaaaargghhh….!!! Ulah siapa ini?!! Pitnah, pitnah, pitnah!
Begini isinya:
from: khaleda husband
Sosok ente emang misterius.da. Tapi Mudah2an perkiraan ana benar ente adalah… Oya da”seperti sirah sahabat,orang pasti kan dpt apa yg dicita2kannya” ane yakin ente tau sosok sahabat ini.n ane yakin cita2 ente insyaallah terkabul.amin
I love u coz allah
Perhatikan benar-benar siapa pengkomennya. Khaleda husband! Hoek!
Rasanya, pengen njitak kepala tu orang pake linggis (beuuh, sadis!).
Ternyata benar, orang terkenal seperti saya memang paling doyan digosipin.
Tapi, sekali lagi, sebenarnya bukan itu yang pengen kuceritakan (catet, berapa kali aku nulis kalimat ini)
Maap, maap. Maklum, lama gak nulis, jadi semua pengen diceritakan. Balas dendam nih ceritanya.
Naaah, ini baru sesuai tema. Inti dari segala inti pembicaraan. Aku di hari merah jambu. Dengarkan Curhatku (bukan maksud hati njiplak judul lagunya Viera),,,,,,
Kemaren, pas baru pulang dari ngambil data ke sekolah, di kamar, aku melihat sebuah buku tergeletak di atas kasur. Warnanya merah jambu. Menjemput Bidadari, karya Nurul F Huda. Buku lama. Awal kuliah dulu sudah pernah aku baca. Pasti punya adek sekamarku. Berhubung anaknya lagi gak ada, dan kebetulan juga otakku lagi penat sama skripsi, kubaca lagi ah, buat refreshing. Isinya, kumpulan cerpen tentang pernikahan ikhwah yang….romantis abis! Sudah lama aku gak baca fiksi. Terakhir, novel Bilangan Fu-nya Ayu Utami karena dapet tugas nganalisis dari dosen fisafat sastra. Belakangan ini, lebih tertarik baca buku berbau INSIST dan konspirasi yahudi. Mellow? Udah gak jamannya lagi!
Dulu, aku akan mudah terserag virus MELLygoesLOW ketika baca-baca buku atau denger nasyid pernikahan. Rasanya, seperti terbang ke dunia antah berantah yang indah. Bawaannya, pengen banget disegerakan. Ngebet istilahnya. hehe…Tapi, itu dulu. Waktu aku masih “anak kecil”. Masih ‘ghiroh-ghirohnya’. Ups! Lucu. Lucu sekali kalo inget aku yang dulu. Aku yang mudah terbawa suasana, mudah terbawa perasaan, mudah mengambil keputusan dan mudah mengubahnya. Plin plan. Sekarang, aku cuma bisa tersenyum mengingat semua. Rupanya, pengalaman banyak memberiku kesempatan untuk belajar. Menjadi dewasa. Menjadi tangguh.
Sekarang, aku benar-benar siap menghadapi badai melow yang mencoba menerjangku. Aku sudah punya antivirus ketika virus mellow mencoba merusak komputer hatiku. InsyaAlloh… dengan kekuatan Tuhanku. Semoga bukan hanya untuk saat ini, tapi juga nanti, seterusnya…
Oke, balik lagi ke aku di hari merah jambu.
Aku masih membaca Menjemput Bidadarinya mbak Nurul F Huda. Tiba-tiba, dari kamar sebelah, mengalun sebuah nasyid jadul yang dilantunkan oleh Gradasi, Dinda. Oh, Emji,,,(baca: My God) ada apa dengan hari ini? Belum lagi datang kabar dari seorang mbak di kontrakan bahwa bulan ini insyaAlloh akan ada 2 akhwat kampus kami yang akan menikah. Salah satu dari akhwat itu akan menikah dengan “orang penting” di jajaran ADK Unesa. Subhaanalloh…Barokalloh…
Hari itu, benar-benar hari merah jambu. Sampai-sampai, hari itu juga, tiba-tiba aku ngidam es jus jambu merah (gak nyambung ya?). Yeah, merah jambu memang mewarnai hatiku hari itu. Tapi, aku tetap cinta dan setia dengan warna biru (hehehe….dasar miss blue!)
Hmmph, aku jadi kwangeeeen sama sebuah nasyid jadul. Nasyid paling romantis yang pernah aku dengar. Gini nih liriknya:
Tegakkan Islam di dalam dirimu
tebar cahanya di lingkunganmu
sambutlah seruan mujahid yang melangkah maju
Jangan bimbang dan ragu !
derap-berderap melangkah mujahid berpadu
derap-berderap ke medan jihad yang dituju
derap berderap dan terdengar lantang memanggil
derap-berderap tuk gemakan suara takbir
relakah kau panji al-Islam terkulai
runtuh tercabik bahkan musnah terburai
takbir dan tekadkan jihad kau hidupkan
syahidlah kau rindukan
hanya jihad kan kibarkan dia meninggi
berakar ke lubuk bumi menjulang menggapai langit
berayun seiring angin majuuu … !!!
dunia Islam kini tengah terbakar
runtuh tertindas bahkan hancur terpencar
tlah tiba waktumu tuk siram airmu
walau hanya percikmu
Padamkanlah kobar usah tunggu s’lainmu
Meretas jalan di tengah lautan cita harapan
Sambutlah lantang seruan majuuu … !!!
Bajakan tekad atur langkah serentak
kiri-kanan melangkah derap menghentak
Satukanlah hati dan niatan suci
Hanya ridhlo Ilahi
Selama langit bumi masih terkembang
jangan tertinggal hai kawan Raihlah cinta Ar-Rahman
Tuju ketinggian surgawi majuuu … !!!
[Izzatul Islam, Derap Langkah]
Aku sedang tergila-gila dengan 1 kata. 1 kata paling indah yang pernah kubaca. 1 kata paling romantis yang pernah kudengar. JIHAD…..itulah antivirusku!
******
Qoola yang baca: “Katanya di awal tadi cuma dikit?”
Hehehe…..lama gak nulis. Balas dendam!
‘afwan jiddan sejiddan-jiddannya..
Jazaakumulloh khoir sekhoir-khoirnya…
Yo wis, permisiiii….
Surabaya, 08102009
~Khaleeda~
Sebenarnya, bukan ini yang pengen kuceritakan…..tapi, berhubung sudah banyak yang terlanjur kuceritakan, ya sutralah! Cerita yang sebenarnya kapan-kapan aja……
Tu bi kontinyut….
*SOTOY mode idup*
http://akhwatzone.multiply.com/journal/item/200/Aku_di_Hari_Merah_Jambu