header image
 

Tutup, Nggak, Tutup, Nggap, Tutup….!!

Bismillah….

Setelah melewati proses perenungan yang cukup pajang, sholat istikhoroh dan meminta petunjuk pada Alloh di sepertiga malam (ini mau milih calon atau??), serta dengan berbagai pertimbangan yang cukup dalam, akhirnya, dengan berat hati saya putuskan: blog akhwat-militan.blog.friendster.com ini…….DITUTUP!! plok plok plok!! (loh?) yang bener, hiks..hiks..hiks…iya, saya nangis. sedih. tapi, keputusan ini sudah bulat. kalo temen2 mau berkunjung, mampir aja ke rumah saya yang lain, di:

akhwatzone

adeesspirit

kalo ada saran, uneg2, kripik, donat, dan kue-kue yang lain, silakan kirim ke email saya: jundiaja@yahoo.com (ym-an juga boleh). InsyaAlloh, saya terima dengan senang hati (apalagi kue2nya). Wis, begitu saja. Mohon maaf atas segala salah dan khilaf. tetep berkarya yaaaahhh!!! Semangaaaaaaatttttt!!!

Uhibbukum fillah, lillah…..no other reason

wassalaamu’alaykum warohmatulloh wabarokaatuh

salam pramuka, eh salam JIHAD!!

Allohu Akbar!!

~khaleeda~

Bookmark and Share

Alloh Tahu….


ketika kaca mata diri tak mampu menatap pasti,
kala logika tak kuasa menerjemahkan segala arti
dan cermin hati yang tak lagi jujur tentang siapa diri…
satu hal yang perlu kau ingat,
Alloh tahu…

untuk setiap prasangka yang mampir menyapa benak, Alloh tahu…
untuk setiap lintasan pikiran dan bisikan hati yang tak terdeteksi, Alloh tahu….
untuk ungkapan sederhana yang kau anggap sekadar kata tanpa tahu nyata dan benarnya, Alloh tahu…
untuk setiap tulisan yang kau balut dengan terminologi, pragmatik, estetika, dan retorika, Alloh tahu…
untuk setiap rasa yang menyapa ujung hati yang ingin bicara, Alloh tahu…

untuk setiap duka yang coba kau jinakkan menjadi tawa, Alloh tahu..
untuk setiap senyum yang kau curi dari kerlip sang bintang, Alloh tahu…
untuk setiap rintik hujan yang membasuh setangkai krisan yang dikeringkan waktu, Alloh tahu….
untuk setiap tetes embun subuh yang mengendus jengkal-jengkal tanah lalu merayu tulang-tulang dalam dingin, Alloh tahu…
untuk daun-daun kering yang gugur melatar sore, Alloh tahu…
untuk setiap aib diri yang kau simpan rapat sendiri di pojok-pojok kegelapan, Alloh tahu…

untuk setiap nafas yang kau kais di atas puing-puing peradaban yang runtuh, Alloh tahu..
untuk semua mimpi yang kau bentangkan di langit-langit malam, Alloh tahu…
untuk setiap doa yang kau titipkan dalam sujud-sujud panjang, Alloh tahu…
untuk setiap cinta yang kau selipkan di sudut-sudut ruang hatimu, Alloh tahu…
untuk setiap rindu yang kau nyanyikan di bilik-bilik waktu, Alloh tahu…

di balik semua tingkah, cerita, nada, dan bahasa yang pernah ada, Alloh tahu…
kau mungkin tak tahu apa yang sebenarnya kau rasa, akupun juga…
tapi Alloh tahu…Alloh tahu…

dan waktu, ia punya cara sendiri untuk ungkapkan semua….

khaleeda, 15112009, 01:05 am wib
dini hari, saat hujan menyapu Surabaya
untuk kali pertama setelah sekian lama..
ditemani Zain Bikha :)

*******

Allah Knows
by: Zain Bikha

When you feel all alone in this world
And there’s nobody to count your tears
Just remember, no matter where you are
Allah knows
Allah knows

Ketika kamu merasa sendiri di dunia ini
Dan tidak ada seorangpun yang dapat menghapus airmatamu
Ingatlah, bagaimanapun juga
Allah mengetahui
Allah mengetahui

When you carrying a monster load
And you wonder how far you can go
With every step on that road that you take
Allah knows
Allah knows

Ketika kamu membawa beban berat
dan kamu ragu seberapa jauh kamu dapat pergi
dengan setiap langkah di jalan yang kau ambil
Allah mengetahui
Allah mengetahui

No matter what, inside or out
There’s one thing of which there’s no doubt
Allah knows
Allah knows
And whatever lies in the heavens and the earth
Every star in this whole universe
Allah knows
Allah knows

tidak peduli, apakah itu tersembunyi atau tidak
hanya ada satu hal yang tidak diragukan
Allah mengetahui
Allah mengetahui
dan apapun yang berada di surga dan dunia
setiap bintang di langit
Allah mengetahui
Allah mengetahui

When you find that special someone
Feel your whole life has barely begun
You can walk on the moon, shout it to everyone
Allah knows
Allah knows

saat kamu menemukan orang yang spesial
merasa bahwa hidupmu akan segera dimulai
kamu dapat mencapai bulan, dan menceritakannya ke semua orang
Allah mengetahui
Allah mengetahui

When you gaze with love in your eyes
Catch a glimpse of paradise
And you see your child take the first breath of life
Allah knows
Allah knows

ketika kamu menatap dengan cinta di matamu
merasakan nikmatnya surga sekilas
dan kamu melihat anakmu pertama kali menghirup udara di dunia
Allah mengetahui
Allah mengetahui

When you lose someone close to your heart
See your whole world fall apart
And you try to go on but it seems so hard
Allah knows
Allah knows

ketika kamu kehilangan orang yang tercinta
merasa bagian hidupmu telah hilang
dan kamu berusaha tegar tapi sangat sulit
Allah mengetahui
Allah mengetahui

You see we all have a path to choose
Through the valleys and hills we go
With the ups and the downs, never fret never frown
Allah knows
Allah knows

kamu tahu bahwa kita semua harus memilih jalan
menuju lembah dan bukit yang kita tuju
dengan jalan mendaki dan menurun, tidak pernah kesal dan cemberut
Allah mengetahui
Allah mengetahui

Every grain of sand
In every desert land, He knows
Every shade of palm
Every closed hand, He knows
Every sparkling tear
On every eyelash, He knows
Every thought I have

And every word I share, He knows
Allah knows

Setiap butir pasir
di setiap gurun pasir, Dia tahu
setiap bentuk telapak tangan
setiap kepalan tangan, Dia Tahu
setiap kilau airmata
pada tiap bulu mata, Dia tahu
Setiap apa yang aku pikirkan
dan setiap kata yang kuucapkan, Dia tahu
Allah mengetahui

Bookmark and Share

Kutunggu Kau di Garis Depan Perlawanan!!

Ya Alloh, kuatkanlah…..kuatkanlah….
Kaulah satu-satunya sumber kekuatan. teguhkan kepalan yang menyimpan citacita jihad menuju mahligai keridhoanMu. tanpaMu, kami bukan siapa-siapa. tanpaMu, kami tak berarti apa-apa. laa hawla wa laa quwwata illa billlaah….

wahai diri…
tak bosanbosan aku mengingatkanmu, bahwa kita masih dalam perjalanan panjang…

jalan para pejuang dan para pujangga peradaban nan mulia. jalan peperangan panjang para ksatria yang miliki kekuatan ruhiyah dan kemurnian ibadah. jalan tak bertepi hingga menapak tamantaman syurga. hingga syahid menjadi akhir dari segala….

apa kau letih kawan?

kau lelah?
aku pun iya
tapi, lupakanlah!
tak ada waktu untuk berkesah
teruslah bergerak, berhentilah mengeluh
pegang erat pundakku dan saling menguatkan ketika mulai terjatuh
hancurkan thagutthagut yang merupa dalam hati
. memenggal setiap leherleher berhala yang bersemedi di jiwa. menerjang belantara hawa nafsu yang kian meraja dan setan yang terus menggoda...

dan doadoa yang kita titipkan dalam sujudsujud panjang. juga mimpimimpi yang kita rangkai di langitlangit malam bersama milyaran bintang. tak hanya sekadar merasa bisa, tapi juga bisa merasa. sejarah masih mencari aktoraktor baru untuk menuntaskan skenario abadi ini….

tidakkah kau ingin ikut mengambil bagian? menapak jejak-jejak kesholehan. menggenggam kuat dua pusaka yang telah diwariskan: alQuran alKareem dan sunnah Rosul yang mulia. juga surat yang dituliskan dengan dua warna: hitam pena para ulama dan merah darah para syuhada‘….

wahai Robb,
sampaikanlah salamku padanya,

pada mereka yang dulu berteriak lantang: Hayya Bil Jihad!!

pada mereka yang dulu merangkulku erat dan menasehatiku agar tak jatuh
.
sampaikanlah salamku padanya,
pada mereka yang dulu berjanji untuk selalu bersama dakwah.
pada mereka yang dulu mengajariku arti perjuangan dan makna keikhlasan.

kembalilah!!
kembalilah pada bingkai garis keteladanan yang mulia…
kembalilah pada barisan Ghuroba’ yang mencintai Alloh dan Allohpun mencintaiNya.
berapa banyak lagi tamparan yang kau butuhkan untuk menyadarkanmu? tidakkah kau lihat fitnah bertebaran membolakbalikkan haq dan batil dalam seketika. juga bumi yang semakin renta. semua manusia sedang menanti kedatangannya. saatnya hampir tiba. umat telah memanggilmanggil jiwamu. Islam telah menantimu menuju puncak kejayaan. rapatkan barisan rapatkan barisan!

tak ada waktu lagi, kawan…
kutunggu kau di garis depan perlawanan!!


12112009

Bookmark and Share

Nantikanku di Batas Waktu….

Bismillah…

Ehem,

Chek…
Yow yow.. jumpa lagi dengan saya, akhwat-keren-yang-tidak-boleh-disebut-namanya (jangan timpuk saya. pliiss).

Kali pertama menginjakkan kaki kembali ke rumah ini, hatiku tiba-tiba nyeletuk, “MasyaAlloh, ini blog atau sarang nyamuk?” Maklum, gak pernah dirawat

Lama nian diriku tak menyapamu yo pren…. pasti pada kangen. Hayo ngakuuuu…. *kedapkedip*

Ehem…
dari judulnya, temen-temen pasti dah tau apa yang akan kita bahas di postingan kali ini. Ahay! Yes. Anda benar sodaraku. Yang jelas kita gak lagi ngebahas nasyidnya edcoustic yang judulnya sama persis dengan judul postingan saya di atas (maap kakak-kakak Edcoustic, saya tidak bermaksud njiplak atau memplagiat. Saya hanya berusaha menjadi fans-mu yang baik dengan mempromosikan judul nasyidmu ke seantero pelosok dunia maya. Itu saja). Postingan kali ini juga bukan bicarain pergantian status single seorang Id… ehem, maaf, maksud saya, akhwat-keren-yang-tidak-boleh-disebut-namanya (jangan berpikiran yang baik-baik dululah, takut kecewa). Kenapa? Karena postingan kali ini sengaja dibikin rada provokasi dikit biar pada buka. Hihi…

Ehem…(dari tadi ehem ehem mulu). Iya nih, ada biji kedondong nyangkut di kerongkongan.. (maap, saya bohong)

Oke, tanpa banyak pemanasan, langsung saja kita tuju inti permasalahan dari yang ingin disampaikan oleh akhwat-ker… ah sudahlah, nggak penting banget.

*serius mode ON*

Pernah denger lirik lagunya om thufail yang ini gak?

*Siap-siap ngerapp*

Bicara soal zionis dan dakwah atas nama gerakan reformis
Perhatikan kelakar para aktivis mulai prejudis, ironis, opportunis
Pakai bendera Palestina dimana-mana
Bicara Jihad Fi Sabilillah
Tapi disuruh nikah malah nawar ukhti dibatas waktu kuliah
Akhwat kok di order ( emangnya mikrolet )
Nggak usah ngomong jihadlah, jihad yang aduhai aja nggak berani
Gimana mau bicara jihad kayak di Palestina
Ya tapi akhirnya ada juga yang berani walimah
Tapi ya gitu lah ngaji pulang ngaji pulang habis walimah hilang

Bentar ya, saya mau ketawa dulu (hehehe….udah). Habisnya, lucu siih….

Lirik di atas adalah penggalan dari lagunya Bang Thufail yang “Democrazy”. Keren banget lah pokoknya! Jangan lupa beli albumnya ya! Atau donlot aja di MPnya bang Thufail (loh, ini niat mo promosiin lagunya edcoustic apa bang thufail sih?) Maaf, saya terbawa suasana. Oke, lanjut…

Perhatikan lirik di atas. Sengaja ada yang saya pertebal di situ. Yup! “nawar ukhti di batas waktu kuliah”. Mirip sekali dengan liriknya kak edcoustic yang “Nantikanku di batas waktu”. Kesamaannya terletak pada kata di batas waktu. Sekali lagi, DI BATAS WAKTU. Ada apa dengan di batas waktu? Ada yang menantiku sepertinya… (hehe…nggak ding, bercando)

Nah, sekarang kita akan ngebahas about: romantika nantikanku di batas waktu yang diperankan oleh mbak-mbak dan mas-mas yang udah kuliah (bukan ngegosip loh ya…). Hmm….Tema yang cucok banget buat anak muda kayak saya (saya muda looh….), buat pengalaman….*nyengir keledai*

Apa yang nyebabin kalimat itu (nantikanku di batas waktu) terlontar dari mbak-mbak dan mas-mas yang pengen menggenapkan separuh dien? Kemunkinannya cuma 1, BELUM SIAP! Nah, soal belum siap ini, macem-macem deh alesannya. Di antaranya,

1. Gak dibolehin ortu. “Mbok ya lulus duluu…” (berlaku buat mbak2 dan mas2)
2. Restu udah dapet, tapi maisyah belum punya. “Mau dikasih makan apa istriku?” (yang mas2nya)
3. Restu dan maisyah udah dapet, tapi susah bagi waktu antara Nikah, Kerja, dan Kuliah. “Ntar malah gak tawazun….” (buat mbak2 dan mas2)
4. Ada yang mo nambahin? (mungkin pengalaman pribadi)

Hemph…Mbak, Mas…saya turut prihatin. Mungkin salah satu alesan di atas bakal saya alamin suatu ketika…. *menerawang*

Dhoorrr!! Nggak boleh ngelamun!

Okeh, take it easy guys! Nggak papa. Jalani hidup ini apa adanya. Percaya deh, Alloh pasti punya rencana yang luar biasa…

Sebagai wujud keprihatinan saya, berikut akan saya sajikan tips memasak capcay (nggak nyambung? Lanjut…) TIPS JITU SAMBIL MENUNGGU DI BATAS WAKTU. Ahay! Siapkan dirimu….

1.    Kerenkan dirimu dengan nambah ilmu
Buat persiapan menuju ke sana (pelaminan), tentunya kita kudu punya ilmunya dwong. Bisa baca2 buku pernikahan atau dateng ke dauroh munakahat. Kalo ini ternyata semakin membuatmu ngebet nikah (padahal lulusnya masih lama), mending baca2 buku matakuliah atau buku2 motivasi (bukan motivasi nikah loh), novel, artikel ilmiah, koran, majalah, apa aja deh….tapi hindari dulu yang berbau “merah jambu”, ntar malah semakin membuatmu menggebu-gebu. Kenapa? protes? enggak setuju? enggak mau? putus aja deh kalo gitu… (loh?)

2.    Tetep jaga hijabmu
kalo mas ikhwan sudah mengetek (bahasa apaan nih?), kamsudnya ngincer mbak akhwat dan sudah diketahui oleh mbak akhwat, maka putuskan hubungan apapun dengannya. Ucapkan: “jangan ada –interaksi- di antara kita”. Cut cut cut !!! Tapi, cara ini bisa menimbulkan efek “penyakit hati” karena pikiran selalu tertuju padanya. So, waspadalah..waspadalah…tips berikutnya mungkin bisa lebih membantu Anda.

3.    Sok sibuk
Banyak kan yang bisa dilakukan di kampus. Apalagi kalo mbak2 dan mas2 ini aktivis dakwah. Wiih, sibuk banget dah! Mulai dari ngurus LDK, ngisi mentoring, dateng ke kajian, jadi panitia acara kegiatan LDK (bukan panitia walimah loh ya, ntar malah tambah ngebet nikah. Hehe), atau… apapun lah! Yang penting sibuk! Bisa nulis buku, ngeMPi, nyari kerja buat biaya walimah, atau riwa-riwi ngukur jalan (siapa tau dapet rekor MURI). Asal, jangan sok sibuk seperti contoh kasus di bawah ini:

Anda: (sibuk)
Someone: Eeeeh…ngapain kamu angkat-angkat itu???
Anda: Enggak liat apa kalo saya sibuk? saya ini sibuk..sibuk..S-I-B-U-K! Busy! ngerti ndak sih?
Someone: TAPI ITU JEMURAN SAYA!
Anda: ……
Warga: (Gebugin Anda rame-rame)

Oke. S-I-B-U-K. Agar tak ada waktu untuk mikirin si dia yang belum menjadi siapa-siapa.

4.    Shoum…shoum…shoum…
Nggak perlu dijelasin deh. Dah pada bisa puasa kok. Kan dah gede…

5.    Perbanyak dzikir dan ibadah.
Dengan lebih mendekat padaNya, siapa tau Alloh memudahkan jalan kita menuju ke sana. Yang awalnya ortu nggak setuju, tiba-tiba memberi restu. Yang nggak punya maisyah, tiba-tiba dapet lowongan kerja. Yang nggak bisa bagi waktu, ternyata….ya bisa bagi waktulah. Kan udah ada ‘si dia’ yang siap membantu segalanya…(ciye ciyeeh..)

6.    FOKUS!!
Nah, ini dia nieh. Kalo kendalanya itu lulus kuliah, ya segera diselesaikan atuuh kuliahnya. FOKUS ngerjain skripsi. Biar ndang mari, ndang lulus, ndang wisuda, ndang nikah..dan ndang ndang sing lainnya…(NB: ndang itu bahasa jawa yang artinya cepet atau segera)

Oke. Segitu dulu deh tips dari saya. Kalo kebanyakan tips ntar malah bikin pusing tujuh keliling. Semoga bermanfaat, dan semoga Alloh memudahkan niat baik kita untuk melaksanakan sunnah RosulNya…Kita? Maksudnya, mbak2 dan mas2 yang ingin menggenapkan separuh diennya (saya juga nantinya. Hehe). Agar kalimat “Nantikanku di batas waktu” tak lagi mengusik hati yang kian merindu…(tsaahh)

Wis, begitu mawon
Ngapunten jiddan nggih…
Salam pramuka! Eh, salam JIHAD!!
Allohu Akbar!!!


Surabaya, 09112009
by: akhwat-keren-yang-tidak-boleh-disebut-namanya

Btw, kenapa jadi pake saya2an yah? Nggak penting kalee…

NB lagi: fotonya sengaja saya pilihkan yang itu buat ngomporin mba2 dan mas2nya. eheuy!

tulisanku yang di: http://adeesspirit.multiply.com/journal/item/12/12

Bookmark and Share

Untukmu….

biarkan…
biarkan….ku selalu menyapamu
laksana angin…
yang kadang kau suka dan tak kau suka…

bila…
dari “bintang” kau dapatkan
sejuta makna……maka….
berbahagaialah jua sang pemilik hati ini
karena bisa tuangkannya dalam
hakikat inspirasi…!!

syukron berat atas semua yang kau lakukan untukku
mungkin bagimu terkesan biasa-biasa saja
tapi tidak bagiku!
kau tahu?
sampai-sampai aku tak bisa ungkapkan betapa dan betapa
semuanya…. “B E R A R T I”
dan dengan semua itu,
……………KAU BENAR

“cinta baru berharga jika diberikan kepada seseorang yang menghargainya”

aku memang tak begitu mengenal secara detail bagaimana
sosok pribadi, prinsip, idealis dan persepsi lakon hidupmu…
tapi jangan salah,
manusia memiliki kepekaan
yang berbeda…

kau harus tahu…
yang kutawarkan adalah “jalinan cinta yang tulus”
dan dalam hal ini tak ada yang harus kau lakukan untukku
biarkan hati ini merindui,
biarkan hati ini menyayangi, apapun yang ada di dirimu
siapapun dirimu, karena tulusku tak butuhkan
bukti dari semua itu…

aku tau…
di antara kita ada kesamaan, dan…
di antara kita ada banyak ketidaksamaan
bila dengan 1 kesamaan saja sudah cukup membuatku percaya,
apakah ketidaksamaan akan menjadikan rasa ini tak layak untuk kumiliki?

aku mencintaimu, tanpa syarat kau juga harus begitu
aku biarkan kau tempati satu posisi dalam hati
tanpa ada kesepakatan denganmu…
jadi, maafkan aku bila keputusanku ini salah menurutmu…

siapa dan bagaimana aku itu tidak penting
dengan apapun kau menyebutku, itupun tak penting
yang penting adalah siapa kau bagiku…
memang, tak ada yang bisa aku lakukan untukmu
tuk buktikan rasa yang ada…
tapi yang pasti, aku miliki 3 hal untukmu….
1.    tulus
2.    percaya
3.    doa

lupakan aku dalam tiap saatmu
tapi ketika kau tengadahkan kepala
dan melihat sapaan bintang di atas sana,
ingatlah….kalau jauh di sana
aku pun melihatnya…
dan rindukanmu,
………sahabatku

Semoga Alloh mengikat hati-hati kita hingga ke syurga….

Di sekitar ‘Arsy-Nya, ada menara-menara dari cahaya, di dalamnya ada orang-orang yang pakaiannya dari cahaya, wajah-wajah mereka pun bercahaya. Mereka bukan para Nabi dan syuhada. Hingga para Nabi dan syuhada pun iri kepada mereka. Ketika para shahabat bertanya, Rosul menjawab: “Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai karena Alloh, saling bersahabat karena Alloh, dan saling berkunjung karena Alloh
[HR. Tirmidzi]

kuharap, kerlip dan damai sang bintang
membuatmu selalu tersenyum….dan bahagia.
Love u, fillah….

*dari sahabat untuk sahabat

Bookmark and Share

Awas! Intel di mana-mana!!

Bismillaahirrohmaanirrohiim

Sejak peristiwa bom kuningan kemaren yang menetapkan Dani Dwi Permana sebagai salah satu pengebomnya, nama Rohis jadi kebawa-bawa. Efeknya, dakwah sekolah jadi sedikit bermasalah. Contohnya aja, pas kemaren (kemarennya lagi, lagi, dan lagi) adek-adek Rohis tempatku mentoring mo ngadain DIKLAT SKI, susahnyaaaa minta ampun. Padahal biasanya kalo mo ngadain acara-acara begitu sih mulus-mulus aja, lancar-lancar aja, tanpa hambatan lah pokoknya (kayak jalan tol). Tapi kali ini, bener-bener ribet bin njelimet. Jauh sebelum hari H, pihak sekolah minta CV pemateri selengkap-lengkapnya (kayak buat biodata ta’aruf gitu. hehe), minta skenario acara (juklak) juga sedetail-detailnya, materi yang akan disampaikan juga serinci-rincinya. Yeah, bagi kami sih gak masalah, wong gak ada yang aneh dan salah kok di acara kami. Ketakutan pihak sekolah dan wali murid bisa dimengerti, dimaklumi, dan dimafhumi, tapi jelas gak bisa dibiarkan berlarut-larut. Citra positif islam sebagai Rohmatan lil’aalamiin harus senantiasa dihidupkan di tengah-tengah sekolah, masyarakat, di manapun. Kami anak Rohis, BUKAN teroris! Stigmatisasi teroris yang selalu diidentikkan dengan simbol-silmbol dan ajaran islam bener-bener bikin gerah. Belum lagi media yang bikin napas makin sesek. Lebay banget pemberitaannya.

Sekarang giliran kampus yang diobok-obok. Halaqoh dan mentoring diduga sarana perekrutan teroris (kalo perekrutan kader dakwah dan jundulloh sih bener). Ada-ada aja om intel ini mah. Tapi bagus juga loh, semakin sering dia dateng ke kajian untuk menginteli, semakin banyak ilmu yang diperoleh om intel. Siapa tahu pas nginteli dapet hidayah. Pas wawancara ma ustadz, eh malah diajak diskusi. Niat hati mo nginteli, eh malah didakwahi…hihihi.. hebat euy!

Eh, tapi ada satu kesamaan om intel dengan saya: sama-sama suka yang berjenggot dan celana ngatung. hehe (selera qta sama ya!)

Gak usah takut meeen…nyante aja. Mending takut ma BOSnya INTEL. Raja intel yang gak pernah tidur dan lupa. Yang selalu mengawasi qta 24 jam full! Di manapun. Kapanpun. Tiap detik, Dia ada. Tiap jengkal tanah Dia selalu bersama qta. Mau sembunyi? Percumaaaa… Pasti Dia tau!! gak ada yang luput dari pengawasannya.

“Tidakkah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat segala perbuatannya?”
[QS.Al 'Alaq: 14]

“Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”
[QS. An-Nisa: 58]

Jadi inget kata seorang adek saat mentoring, “Kak pacaran itu boleh kan?”. “Boleh, asal udah nikah” jawabku enteng. “Eh, beneran Kak, boleh kok” serobotnya lagi. Hampir aja aku mo bilang, “Adek, masalah ini dah berulang kali qta bahas” tapi gak jadi karena dia buru-buru nyambar “Asal gak ketawan Alloh….” katanya sambil nyengir onta. jiaaah……..lucu, tapi dalem. Sangat sangat dalem. Gak cuma pacaran aja kalee…Mo nyontek, mo bolos, mo nggosip…..terseraaah…asal gak ketawan ma Alloh. Bisa?

Gak cuma perbuatan kita yang ‘diinteli’, tapi juga hati. Omongan-omongan qta, perbuatan-perbuatan qta, amal-amal qta, tulisan-tulisan qta, apa bisa dipertanggungjawabkan? Wabil khusus, buat yang suka ngeblog nieh…. Buat apa sih ngeMPi? Apa mo pamer tulisan? Mo narsist-narsistan? Pengen dapet respon dan komen sebanyak-banyaknya? Pengen dikenal dan terkenal? Pengen banyak yang ngunjungi? Pengen dipuji? daaaaaaan pengen-pengen yang laennya.

Dari pada mikirin respon orang, yok qta sama-sama menyibukkan diri dengan memeriksa hati qta, benar ato nggak niatnya. Kalo qta sibuk melihat respon orang, ntar qta berbuat/menulis karena orang, bukan karena Alloh. Qta senyum, biar dianggap ramah. Qta ramah, biar orang suka ma qta. Kalo di depan orang aja, akhlak dibagus-bagusin. Di belakang? Astaghfirulloh… Jangan-jangan qta sudah jadiin orang lain sebagai thogut-thogut baru! Na’udzubillah….Tentu qta gak mau dikasih label “MUNAfik” sama Alloh. Yakin deh, kalo tauhid-nya bener, akhlaknya pasti ngikut bener. Because, kalo seseorang dah kenal dan cinta ma Alloh, pasti dia akan melakukan apapun yang diperintahkanNya. Ngejauhin apapun yang dilarangNya. Menjalankan apapun yang di syari’atkannya.

So, tetep ikut mentoring, tetep kajian, tetep ngurus Rohis/SKI/LDK, tetep dakwah, tetep jihad. Yang akhwat, jangan malu pake jilbab lebar dan gamis kedodoran. Yang ikhwan, pasang kembali jenggotmu dan jangan isbal-kan celanamu. Sampaikan Islam apa adanya. Kalo Alloh bilang jihad itu wajib, ya wajib. Mengenai bagaimana cara jihad yang tepat, nah itu yang mesti diluruskan.

Biar mereka tau, Islam itu indah. SAAAANGAT INDAH….

Wokeh?!!
Keep FIGHT!!!

Surabaya, 29102009
~khaleeda~

*curhatan buat adek2ku di Rohis/SKI/LDK, apapun namamu….

Bookmark and Share

Surat Untuk Sahabat [hanya kalimat sederhana dari orang sederhana]

Bismillaahirrohmaanirrohiim…

tiba-tiba ingin menuliskannya…

untuk sahabatku, di manapun dan siapapun ia. yang terbaring sakit, yang hidup di jalanan atau di kolong-kolong jembatan, yang tertimpa gempa, yang dilanda bencana: kebakaran, kebanjiran, longsor, ataupun tragedi lumpur lapindo yang tak kunjung usai. yang terbelit hutang, yang lahir dalam kondisi fisik tak sempurna, yang beberapa hari ini kelaparan karena tak punya sesuatu pun untuk dimakan, yang berperang demi melawan penjajahan, yang dipenjara karena membela kebenaran, yang dicaci karena berjuang menegakkan keadilan, yang dihina karena memberantas kedzoliman, yang tak letih menebar kebaikan, yang bekerja keras demi kebahagiaan orang-orang tercinta, yang ditimpa musibah, yang diterjang nestapa…..

Bersabarlah….
Bersyukurlah…
Tersenyumlah…

tak ada harapan terindah,
………………..selain RidhoNya….
yakinlah, Alloh akan meridhoi hambaNya yang ridho pada keputusanNya

********

kubaca koran pagi ini. yang kutemui berita konpirasi. melepas jilbab demi menjadi seorang ‘puteri’. kaum sepilis melancarkan aksi. menggadaikan aqidah demi mereguk kenikmatan duniawi. dan kini, di negeri tercinta ini, maling teriak maling. teroris teriak teroris. miris…

kulihat berita di televisi, lagi-lagi konspirasi. dari demo para pemuja miyabi hingga potret hidup kaum gay dan lesbi. mengatasnamakan hak azazi, lalu berlindung di ketiak democrazy. sementara jauh di pelosok negeri, satu lagi anak mati kekurangan gizi

searching berita di om google, lagi-lagi konspirasi. di bawah masjid al Aqso, zionis masih terus menggali. sama seperti omong kosong knight templar dan biarawan sion yang ingin membongkar sejarah kelam cawan suci maria maghdalena. sandiwara untuk membangun menara babil dan haikal sulaiman. entah sudah berapa banyak nyawa yang terkorbankan. mereka, zionis la’natulloh itu, mungkin bisa membungkam mulut dunia, menjadi yang paling berpengaruh di semua lini, mungkin mereka terlihat begitu tangguh, terlihat begitu cerdik. tapi sesungguhnya mereka tak lebih dari idiot-idiot yang berjalan di muka bumi dengan jiwa-jiwa mereka yang cacat. tak lebih!!

Mereka (orang-orang kafir itu) membuat makar, dan Alloh membalas makar mereka. Dan Alloh sebaik-baik pembuat makar.” [Ali Imron: 54]

Sahabatku,
tahukah kau arti air mata? air mata mengajar kita untuk selalu tegar. mencium kuncup ketabahan yang kian memekar. agar tunas-tunas syukur bermunculan, tumbuh….tumbuh….. menjadi semangat-semangat baru yang tak kenal gentar. bersama ribuan doa dan gerak ikhtiar. lalu berserah dalam indah tawakkal

Sahabatku,
tahukah kau arti kesedihan? kesedihan mendidik kita untuk tak goyah. terus melangkah menerjang lelah. menghempas gundah dan berusaha istiqomah. hanya sekedar menyeka duka dari petaka, dan menggantinya dengan binar ceria di tiap nestapa. dan atas semua gundah yang kau titipkan dalam doa-doa malam. tetaplah bertahan. teruslah bergerak, kawan. Alloh selalu bersama kita….

lalu, adakah kau tahu arti ikhlas? ikhlas itu…murni. bersih tanpa polutan duniawi. seperti susu bersih dari binatang ternak. ada antara tahi dan darah, tapi sedikitpun ia tak tercemar, sedikitpun tidak… ikhlas itu keistiqomahan untuk selalu memberikan yang terbaik, tak berubah karena pujian, tak mempan oleh cercaan. selalu memberikan yang terbaik untuk-Nya, demi ridhoNya bukan ridho makhluk, bukan ridho manusia…

Sahabatku,
bukankah belum dikatakan beriman seseorang sebelum ia diuji?

teruslah berjalan, hadapi badai
bergerak, dan berhentilah mengeluh
melangkah, dan terus melangkah
berlari
……..berlari
…………..dan terus berlari
jangan pernah berpikir untuk berhenti

tak ada istilah menyerah dan putus asa. kau tahu kenapa? karena kita adalah umat terbaik yang diturunkan untuk manusia. karena kita punya Alloh yang Perkasa. tak ada tempat untuk sembunyi. jalan ini bukan untuk para penakut dan pecundang!!

Sahabatku,
berdirilah tangguh. buang congkak dan angkuh. singkirkan semua keluh. hembuskan ruh hamasah dalam setiap desah nafas. teguh dan kokoh bak batu cadas. bersama untaian dzikir yang mengalir deras….subhaanalloh walhamdulillah wa laailaaha illalloh wallohu akbar!!

mencumbu cinta bersama jihad. merengkuh jiwa dalam erat dakwah. dan mutiara-mutiara tarbiyah teruntai di sepanjang jalan kehidupan. menapak jejak misteri esok, lusa, dan segala mungkin dalam kapan. bersama indah tawakkal dan optimis menatap ke depan. tersenyum pada setiap mimpi dan harapan yang kau tanam. hingga satu satu tirai hikmah tersibak. tak ada yang percuma. Alloh punya rencana…

generasi jembatan harokah yang berjalan tanpa kenal lelah. menyatukan setiap perbedaan, lalu mengembalikannya pada Alloh dan RosulNya. Bersatu, bergandeng tangan, merapatkan barisan. hapuskan prasangka, iri, dengki, dan merasa lebih. terus belajar menapak jejak kebijakan, menaiki tangga kearifan. Tak ada yang mampu menjamin. Alaysallohu biahkamil haakimiin?

putaran dimensi waktu yang menggilir tangis dan tawa dalam episode sejarah. menikmati lara di belantara hikmah. menjemput duka untuk menuai bahagia. bukankah di ujung air mata selalu terbit tawa? bergilir bersama dunia yang fana. maka, berlelah-lelahlah sekarang. bersakit-sakitlah saat ini. karena kenikmatan yang abadi kan kita rasakan di jannahNya nanti…(aamiin)

ketika dunia memberi sejuta alasan untuk menangis, Alloh memberi sejuta alasan untuk tersenyum. percayalah, dalam kesulitan, di situ pasti ada kemudahan. pasti!!

Sahabatku,
dalam meniti tangga keimanan, naik dan turun adalah hal yang fitrah. karena iman, yazid wa yankus. jatuh, bangkit, jatuh, bangkit, jatuh, dan bangkit lagi…namun, kemenangan terbesar bukan karena kita tidak pernah jatuh. melainkan karena kita bangkit setiap kali jatuh.

teruslah berjalan, hadapi badai
bergerak, dan berhentilah mengeluh
melangkah, dan terus melangkah
berlari
……..berlari
…………..dan terus berlari
jangan pernah berpikir untuk berhenti

terima kasih atas nikmat Islam ini ya Alloh…terima kasih telah mengenalkan kami pada RosulMu, Muhammad shollallohu ‘alayhi wa sallam. terima kasih telah menjaga kami. terima kasih karena tak pernah tinggalkan kami sendiri. terima kasih atas banyak saudara yang Kau kirim untuk menemani perjuangan ini. terima kasih atas semua kebaikanMu. jagalah aqidah kami dari ribuan thogut yang menggoda jiwa. bersihkan hati ini dari debu-debu wahn yang menyesatkan…

maka, kuatkanlah yaa Alloh…
kuatkanlah…
sungguh tak ada kekuatan selain kekuatan dariMu

ketika kami mampu istiqomah, itu karena Engkau selalu ada dalam setiap langkah. Ada Engkau yang selalu menjaga…

Sahabatku, lewat tulisan ini, ingin kubisikkan lekat-lekat:


“Alloh tak pernah memberi cobaan di luar batas kemampuan hambaNya”
Bismillaahi tawakkaltu ‘alalloh…..
Laa hawla wa laa quwwata illa billah….

Surabaya, 16102009
~Khaleeda~

***

tulisan kemaren2 yang baru sempet diposting. semoga tersampaikan….
sahabatku, sungguh aku mencintaimu karena Alloh…tak ada alasan lain.

Bookmark and Share

Aku di Hari Merah Jambu

Bismillaahirrohmaanirrohiiim…

Assalaamu’alaykum….

Permisiiiiiiiiiii,,,,,,
muncul bentar ya….
ada yang mau kubagi
Dikit kok!!
Habis itu balik ke gua lagi
mengatur strategi, meraih mimpi
Wis lah, gak usah banyak basa-basi

Ehem, begini….

Akhir-akhir ini kan aku lagi sibuk ngerjain dikerjain skripsi. Harus bolak-balik ngambil data ke skula -yangletaknyajauhamirdarikontrakanku. Musti gonta-ganti angkot 3 kali untuk sampai ke sana. Huff….paling males dah kalo naek angkot di Surabaya. Harus nunggu penuh dulu baru mau jalan. Udah gitu, jalannya pelan kayak delman. Belum lagi acara macet yang memperlama waktu perjalanan. Mau gak mau, biar gak telat, musti berangkat subuh-subuh dari kontrakan. Tadinya, aku sempat berandai-andai…..Andai aku punya pintu ajaibnya Doraemon, andai aku bisa naik motor, andai kakakku tercinta ada di sini, andai ada ojek gratis yang siap mengantar ke manapun aku pergi, andai aku punya suami, andai…..hush!! gak boleh berandai-andai! Tapi, Alloh memang Maha Adil. Di tengah kegundahanku, Alloh mengutus seorang hambaNya untuk mengantarku selama bolak-balik ke sekolah. Sahabatku, Elly namanya (makasih ya el. Makasiiiih buanget!). Hebatnya, Elly hadir tanpa kuminta. Dia yang tiba-tiba menawarkan diri untuk membantuku. Itu artinya, di tengah kesulitan, Alloh pasti memberi kemudahan.

Tapi sebenarnya, bukan itu yang ingin kuceritakan.

Nah, sampai di sekolah, ternyata sambutan dari pihak sekolah luar biasa hangatnya. Welcome (kayak keset aja)  banget dah! Guru-guru di sana baik-baik, lucu-lucu, gaul-gaul, dan ramah-ramah. Padahal sebelumnya, satu kali pun aku belum pernah menginjakkan kaki ke sana, SMK N 11 Surabaya. Oh, Thanks God, Kau permudah proses pengerjaan skripsiku. 1 lagi kemudahan yang kudapatkan. Itu artinya, dalam 1 kesulitan, Alloh mengapitnya dengan 2 kemudahan. Bahkan lebih! Karena kemudahan-kemudahan selanjutnya hadir tanpa pernah kuduga. Alloh Maha Baik! NikmatNya yang manakah yang aku dustakan?

Trus, di mana letak merah jambunya?

Maaf, itu tadi baru prolog. hehehe…

Sebenarnya, bukan itu yang ingin kuceritakan.

Jadi begini, selama aku sembunyi di dalam ‘gua’, beberapa teman sempat menaruh curiga. Ada yang sengaja meneleponku hanya untuk menanyakan: “Ukhti, kok gak ada kabar? Sms udah jarang. MP juga gak di update. Sepertinya aku mencium bau sesuatu. Kalo ikhwah begini, itu tandanya….Hayoo…lagi proses yah?” Huwaaaa….gosip itu mah, gosssiippp!

Ada lagi, sahabat yang pas ketemu, tiba-tiba bilang: “Anti bau melati ukh. Kayaknya gak lama lagi….” Waduh, waduh….Plis deh! Ramalan apa pula ini? Mungkin aja di sebelah ane ada jin yang kebetulan lewat, makanya bau melati. Onok-onok wae…

Dan parahnya, ada seorang teman yang tiba-tiba sms, “Ukh, nikah kok gak bilang-bilang? Siapa tuh yang comment di blog FS? Tega anti ya!” Hah? Apa kamsudnya? Tiba-tiba kepalaku pening luar biasa. Sejak sibuk skripsi, aku memang jarang ngenet. Buru-buru aku ngacir ke warnet  buat beli obat ngecek blog di FS. Dan ternyata, ada comment dari orang iseng bin jahil bin usil bin tengil yang ngaku sebagai….Aaaaaargghhh….!!! Ulah siapa ini?!! Pitnah, pitnah, pitnah!

Begini isinya:

from: khaleda husband

Sosok ente emang misterius.da. Tapi Mudah2an perkiraan ana benar ente adalah… Oya da”seperti sirah sahabat,orang pasti kan dpt apa yg dicita2kannya” ane yakin ente tau sosok sahabat ini.n ane yakin cita2 ente insyaallah terkabul.amin
I love u coz allah

Perhatikan benar-benar siapa pengkomennya. Khaleda husband! Hoek!

Rasanya, pengen njitak kepala tu orang pake linggis (beuuh, sadis!).

Ternyata benar, orang terkenal seperti saya memang paling doyan digosipin.

Tapi, sekali lagi, sebenarnya bukan itu yang pengen kuceritakan (catet, berapa kali aku nulis kalimat ini)

Maap, maap. Maklum, lama gak nulis, jadi semua pengen diceritakan. Balas dendam nih ceritanya.

Naaah, ini baru sesuai tema. Inti dari segala inti pembicaraan. Aku di hari merah jambu. Dengarkan Curhatku (bukan maksud hati njiplak judul lagunya Viera),,,,,,

Kemaren, pas baru pulang dari ngambil data ke sekolah, di kamar, aku melihat sebuah buku tergeletak di atas kasur. Warnanya merah jambu. Menjemput Bidadari, karya Nurul F Huda. Buku lama. Awal kuliah dulu sudah pernah aku baca. Pasti punya adek sekamarku. Berhubung anaknya lagi gak ada, dan kebetulan juga otakku lagi penat sama skripsi, kubaca lagi ah, buat refreshing. Isinya, kumpulan cerpen tentang pernikahan ikhwah yang….romantis abis! Sudah lama aku gak baca fiksi. Terakhir, novel Bilangan Fu-nya Ayu Utami karena dapet tugas nganalisis dari dosen fisafat sastra. Belakangan ini, lebih tertarik baca buku berbau INSIST dan konspirasi yahudi. Mellow? Udah gak jamannya lagi!

Dulu, aku akan mudah terserag virus MELLygoesLOW ketika baca-baca buku atau denger nasyid pernikahan. Rasanya, seperti terbang ke dunia antah berantah yang indah. Bawaannya, pengen banget disegerakan. Ngebet istilahnya. hehe…Tapi, itu dulu. Waktu aku masih “anak kecil”. Masih ‘ghiroh-ghirohnya’. Ups! Lucu. Lucu sekali kalo inget aku yang dulu. Aku yang mudah terbawa suasana, mudah terbawa perasaan, mudah mengambil keputusan dan mudah mengubahnya. Plin plan. Sekarang, aku cuma bisa tersenyum mengingat semua. Rupanya, pengalaman banyak memberiku kesempatan untuk belajar. Menjadi dewasa. Menjadi tangguh.

Sekarang, aku benar-benar siap menghadapi badai melow yang mencoba menerjangku. Aku sudah punya antivirus ketika virus mellow mencoba merusak komputer hatiku. InsyaAlloh… dengan kekuatan Tuhanku. Semoga bukan hanya untuk saat ini, tapi juga nanti, seterusnya…

Oke, balik lagi ke aku di hari merah jambu.

Aku masih membaca Menjemput Bidadarinya mbak Nurul F Huda. Tiba-tiba, dari kamar sebelah, mengalun sebuah nasyid jadul yang dilantunkan oleh Gradasi, Dinda. Oh, Emji,,,(baca: My God) ada apa dengan hari ini? Belum lagi datang kabar dari seorang mbak di kontrakan bahwa bulan ini insyaAlloh akan ada 2 akhwat kampus kami yang akan menikah. Salah satu dari akhwat itu akan menikah dengan “orang penting” di jajaran ADK Unesa. Subhaanalloh…Barokalloh…

Hari itu, benar-benar hari merah jambu. Sampai-sampai, hari itu juga, tiba-tiba aku ngidam es jus jambu merah (gak nyambung ya?). Yeah, merah jambu memang mewarnai hatiku hari itu. Tapi, aku tetap cinta dan setia dengan warna biru (hehehe….dasar miss blue!)

Hmmph, aku jadi kwangeeeen sama sebuah nasyid jadul. Nasyid paling romantis yang pernah aku dengar. Gini nih liriknya:

Tegakkan Islam di dalam dirimu
tebar cahanya di lingkunganmu
sambutlah seruan mujahid yang melangkah maju
Jangan bimbang dan ragu !

derap-berderap melangkah mujahid berpadu
derap-berderap ke medan jihad yang dituju
derap berderap dan terdengar lantang memanggil
derap-berderap tuk gemakan suara takbir

relakah kau panji al-Islam terkulai
runtuh tercabik bahkan musnah terburai
takbir dan tekadkan jihad kau hidupkan
syahidlah kau rindukan

hanya jihad kan kibarkan dia meninggi
berakar ke lubuk bumi menjulang menggapai langit
berayun seiring angin majuuu … !!!

dunia Islam kini tengah terbakar
runtuh tertindas bahkan hancur terpencar
tlah tiba waktumu tuk siram airmu
walau hanya percikmu
Padamkanlah kobar usah tunggu s’lainmu
Meretas jalan di tengah lautan cita harapan
Sambutlah lantang seruan majuuu … !!!

Bajakan tekad atur langkah serentak
kiri-kanan melangkah derap menghentak
Satukanlah hati dan niatan suci
Hanya ridhlo Ilahi
Selama langit bumi masih terkembang
jangan tertinggal hai kawan Raihlah cinta Ar-Rahman
Tuju ketinggian surgawi majuuu … !!!

[Izzatul Islam, Derap Langkah]

Aku sedang tergila-gila dengan 1 kata. 1 kata paling indah yang pernah kubaca. 1 kata paling romantis yang pernah kudengar. JIHAD…..itulah antivirusku!

******

Qoola yang baca: “Katanya di awal tadi cuma dikit?”

Hehehe…..lama gak nulis. Balas dendam!

‘afwan jiddan sejiddan-jiddannya..

Jazaakumulloh khoir sekhoir-khoirnya…

Yo wis, permisiiii….


Surabaya, 08102009
~Khaleeda~

Sebenarnya, bukan ini yang pengen kuceritakan…..tapi, berhubung sudah banyak yang terlanjur kuceritakan, ya sutralah! Cerita yang sebenarnya kapan-kapan aja……

Tu bi kontinyut….

*SOTOY mode idup*

http://akhwatzone.multiply.com/journal/item/200/Aku_di_Hari_Merah_Jambu

Bookmark and Share

Nasehat Paling Berharga Untukku –dan Siapapun yang Berniat Menggenapkan Separuh Diennya Namun Terhalang Oleh Syarat “LULUS” dari Orang Tua (alamak, panjang sangat ni judul)

“tidak akan lulus seorang mahasiswa jika ia tidak mencintai Tugas Akhir sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri”

btw, hubungannya menggenapkan separuh dien sama skripsi apa yah? *bertanya polos*
Bookmark and Share

catatan 20092009

Bismillaahirrohmaanirrohiim….

Dear diary,

Hari ini seluruh umat muslim di dunia merayakan kemenangannya, entah kemenangan yang mana. Katanya sih kemenangan melawan hawa nafsu selama sebulan penuh.

Lihat dy, semua orang bersuka cita. Ada kue-kue, aneka minuman segar, baju baru, ketupat, opor ayam. Lampu-lampu dan obor-obor di sepanjang jalan menyala. Terang. Benderang.

Dy, coba dengar! Gema takbir, tabuhan bedug, dan letusan petasan beradu. Dari masjid-masjid, surau-surau, hingga jalan raya. Sorak sorai anak-anak berkeliling kampung, menabuh rabbana. Rancak banna!!

Tapi dy, sewaktu aku mau pulang ke rumah family yang di Surabaya, di perjalanan, aku mendengar suara keluhan (oh bukan, mungkin penguatan) dari seorang ibu pada anaknya di depan rumahnya. Rumah? Mungkin lebih lepatnya, rumah yang tak lagi rumah. Atau, kata Abdurrahman Faiz si penyair cilik (eh, udah gede ya?) itu sih, rumah tanpa jendela, dindingnya dari kardus dan triplek bekas. Aku memelankan langkah. Sayup-sayup kudengar sang ibu berujar, “Nak, ora popo yo. klambi sing lawas kan sik ono, ibu nggak dhuwe duit kanggo tumbas sing anyar.” Hanya itu yang bisa kudengar. Karena setelah itu, suaranya tenggelam oleh tawa riang anak-anak yang bermain mercon dan kembang api di lapangan bola depan rumahnya. Si anak terlihat sedih, tapi secepat kilat mengubah ekspresi. Dia segera berlari dan menghambur ke barisan anak-anak yang lain. Ikut bermain. Tertawa. Ceria. Tapi aku yakin, di hatinya ada segores luka. Yah, namanya juga anak-anak. Mereka paling bisa mengubah tangis jadi tawa, dalam seketika.

Dy, mungkin di tempat lain banyak yang mengalami nasib sama dengan anak tadi. Mereka yang dibesarkan oleh debu-debu jalanan, timbal dan jelaga kendaraan. Hinggap dari satu bus ke bus yang lain sambil membawa kencrengan. Atau berjalan di barisan motor dan mobil yang berhenti saat lampu menyala merah untuk menawarkan sebotol air, sebungkus kacang, atau segepok koran. Mereka, anak-anak itu, tidak bisa berpura-pura kalau mereka sedang dihimpit banyak masalah. Lapar, capek, ancaman preman, atau putus sekolah. Anak sekecil mereka sudah terlalu kebal menghadapi masalah. Mengeluh? Ah, anak-anak tak mengerti kenapa mereka harus mengeluh. Mereka tak mau bersusah payah memikirkan taqdirnya. Atau tak sempat? Yang ada di pikirannya, besok ia dan emaknya makan apa? Tidur di mana? Kehujanan lagi kah? Mereka tidak sedang berpura-pura punya masalah. Mereka tahu ada banyak masalah di hadapannya, tapi mereka tak tahu cara lain selain menghadapinya dengan ceria, khas jiwa anak-anak. Tidak seperti orang dewasa yang sok berpikir rumit dan berpura-pura kuat.

Dy, nyanyi dulu yuk…

Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadi

Kita pasti pernah
Dapatkan cobaan yang berat
Seakan hidup ini
Tak ada artinya lagi

Syukuri apa yang ada
Hidup adalah anugerah
Tetap jalkani hidup ini
Melakukan yang terbaik

[D'masiv, jangan menyerah]

Oh ya, bagaimana kabar adik-adikku di Gaza ya Dy? Bagaimana mereka melalui lebaran kali ini? Bahagiakah mereka? Apa mereka tidur nyenyak? Apa mereka bermimpi? Bertelekan di atas dipan permata dan bermain di taman-taman syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai? Apa di malam lebaran ini mereka tidak diganggu ledakan bom dan serbuan peluru? Ironis ya Dy, anak-anak di negara kita takjub dengan suara letusan petasan. Tapi anak-anak di Palestina sana, sudah terbiasa mendengar letusan bom, rudal, dan mesiu. Di atap langit negeri kita mungkin sedang berhias warna-warni kembang api dengan beraneka bentuk yang indah. Tapi di Thaliban sana, langit berhias gumpalan debu dan pekat asap jelaga. Anak-anak di negeri kita senang memegang kembang api, tapi teman seusianya di Afghanistan sana bangga memegang kalashnikovnya. Ah, Dy….walau usia mereka jauh di bawahku, tapi mereka adalah dosen-dosenku di universitas jihad. Hebat!

Hmpf….aku jadi teringat mimpi-mimpiku Dy….Mereka boleh bilang itu sulit, mereka juga boleh bilang itu “gak mungkin”. Tapi aku gak akan pernah berhenti berdoa dan terus berikhtiar. Caranya? Salah satunya, mungkin dengan memilih pendamping yang bisa mewujudkan mimpi-mimpiku itu ya Dy? hehe….aamiin. Semoga ada. Kalaupun nggak datang di dunia, akan kupinang ia di akhirat, as syuhada’….aamiin-aamiin. Takkan kubiarkan mimpi-mimpi itu menggantung di sela-sela mega. Akan kubuat ia melesat jauh, menembus langit. Akan kutata gemintang. Kubuat malaikat ikut menguntai doa-doa untukku. Kuketuk setiap pintu RahmatNya. Dan akan kutunggu Robbku dengan keindahan irodahNya…Wallohu ‘alaa kulli syay’in qodiir….
Katanya D’Masiv lagi nih:

Tuhan pasti kan menunjukkan
Kebesaran dan kuasanya
Bagi hambanya yang sabar
Dan tak kenal Putus asa
[jangan menyerah]

Kok jadi ke mana-mana ya Dy? ^_^

Back to syawal.

……………………dy, apa hari ini kita benar-benar menang?

“Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan.
Dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong.
Maka bertasbihlah dengan memuji Rabbmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Menerima taubat.”
[QS. An-Nashr: 1-3]


Subhaanalloh….Alhamdulillaah…..
…..Astaghfirulloh….

~:~:~

di tangga 1 syawal aku berdiri
ke mana aku setelah ini?
diam di tempat, turun, atau naik?


Surabaya, 20092009
Khaleeda, catatan 1 syawal 1430 H

Allohumma amitnaa ‘alaa syahaadati fii sabiilik..
Taqobbalallohu minnaa wa minkum…Taqobbal yaa Kariim…

http://akhwatzone.multiply.com/journal/item/199/catatan_20092009

Bookmark and Share